GANGSA CENDIKIA Library Management System

  • Beranda
  • Informasi
  • Pengunjung
  • Profil
  • Layanan
  • Kontak
  • Berita
  • FAQ
  • Bantuan
  • E-resources
  • Pustakawan
  • Media Sosial
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Falsafah Kepemimpinan Jawa (E-Book)
Penanda Bagikan

Text

Falsafah Kepemimpinan Jawa (E-Book)

Dr. Suwardi Endraswara, M.Hum - Nama Orang;

Kepemimpinan Jawa sungguh penuh tabir, ibarat ada kabut hitam yang menutupi. Lewat
kacamata putih, saya mencoba menembus kabut hitam. Kabut itu suatu saat menebal dan saat
yang lain menipis, samar-samar, dan tidak jelas. Begitulah dunia kepemimpinan Jawa yang
selama ini berkembang. Kepemimpinan itu ada tetapi tiada secara kasatmata. Banyak pimpinan
Jawa yang berada dalam kabut hitam, karena telah bercampur dengan endapan kabut yang
lain.
Lewat candela antropologi sastra, antropologi budaya, dan antropologi politik yang saya
timba di FIB UGM selama tujuh tahun, saya ingin menembus kabut hitam itu pelan-pelan.
Lampu pijar pun harus saya hidupkan. Terlebih lalgi ketika bangsa ini sedang riuh
membicarakan seorang pemimpin, kabut semakin goyah, tanpa kepastian. Bahkan salah satu
teman sering bilang, sekarang belum ada sosok pemimpin yang layak memimpin bangsa ini.
Para pimpinan yang sesekali nampak di kabut hitam, katanya telah mengalami “radang” dan
pembusukan hati. Akibatnya, hati mereka tertutup kabut, hingga kotor melebihi bau WC di
terminal bus.
Buku ini saya rajut, dalam kerangka menawarkan kacapandang, untuk mencermati
mutiara di tengah kabut kepemimpinan. Sepanjang jaman, pemimpin Jawa memang paling
unik. Banyak pimpinan yang pura-pura (lamis), tetapi perilakunya berbeda dengan yang
diucapkan. Orang Jawa memang banyak yang berpura-pura memimpin secara halus, tetapi
sesungguhnya keras. Kekerasan orang Jawa dibungkus dengan kata-kata lembut. Pimpinan
Jawa memang kadang-kadang aneh, penuh dengan kamuflase. Situasi semacam ini sering
melilit dunia kepemimpinan Jawa di semua tingkat komunitas. Begitulah kabut yang diombangambingkan angin, tidak pernah reda.
Di tengah kabut hitam, kalau saya perhatian seekor semut, rasanya memiliki
kepemimpinan yang cukup canggih. Mereka berderet-deret, membawa daging, melewati
tembok, dengan susah payah, dan akhirnya sampai pada tempat yang dianggap aman. Semut
adalah makhluk yang hebat. Kepemimpinannya, cukup meyakinkan karena penuh kerjasama
antar semut. Saya tidak begitu paham dunia semut, tetapi dapat saya duga semut pun tahu jika
dipimpin dan memimpin.
Jangankan semut, dunia tikus pun dapat saya rasakan memiliki pimpinan. Dunia tikus,
yang memimpin juga tikus tentu saja. Pimpinan tikus tentu akan menggiring anggotanya agar
berlaku agar dunianya bertindak sesuai kepentingannya. Biasanya, mereka bersembunyisembunyi, bertindak tanpa piker panjang. Tikus selalu dipimpin untuk melakukan gerakan
merusak. Almari, pintu, karung, dan lain-lain selalu menjadi santapan tikus. Celakanya lagi,
tikus selalu beranak pinak di tempat dia makan dan merusak. Begitulah pimpinan dunia tikus,
senantiasa berbuat yang banyak merugikan.
Semua hal, kiranya membutuhkan pimpinan, namun masih terliputi kabut. Di dunia semut
pun, ada pimpinan. Rayap juga memiliki pimpinan. Entah disebut raja atau apa pun sebutannya,
selalu ada pimpinan. Dunia hewan jauh lebih mudah dipimpin, dibanding manusia. Hewan itu
tidak mempunyai nalar, sehingga mudah ditata atas dasar insting. Sebaliknya, manusia
termasuk makhluk yang lengkap sehingga seringkali tidak mudah diatur. Manusia mudah
tertutup kabut dan bahkan membuat kabut hitam tebal.


Ketersediaan
#
Data Base E-book (158.4) 158.4 SUW f
0101670
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
158.4 SUW f
Penerbit
Yogyakarta : FBS Universitas Negeri Yogyakarta., 2013
Deskripsi Fisik
172 hal.: ilus., tab.; 21 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
158.4
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
yang Berkaitan dengan Psikologi
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • E-Book : Falsafah Kepemimpinan Jawa
    Kepemimpinan Jawa sungguh penuh tabir, ibarat ada kabut hitam yang menutupi. Lewat kacamata putih, saya mencoba menembus kabut hitam. Kabut itu suatu saat menebal dan saat yang lain menipis, samar-samar, dan tidak jelas. Begitulah dunia kepemimpinan Jawa yang selama ini berkembang. Kepemimpinan itu ada tetapi tiada secara kasatmata. Banyak pimpinan Jawa yang berada dalam kabut hitam, karena telah bercampur dengan endapan kabut yang lain. Lewat candela antropologi sastra, antropologi budaya, dan antropologi politik yang saya timba di FIB UGM selama tujuh tahun, saya ingin menembus kabut hitam itu pelan-pelan. Lampu pijar pun harus saya hidupkan. Terlebih lalgi ketika bangsa ini sedang riuh membicarakan seorang pemimpin, kabut semakin goyah, tanpa kepastian. Bahkan salah satu teman sering bilang, sekarang belum ada sosok pemimpin yang layak memimpin bangsa ini. Para pimpinan yang sesekali nampak di kabut hitam, katanya telah mengalami “radang” dan pembusukan hati. Akibatnya, hati mereka tertutup kabut, hingga kotor melebihi bau WC di terminal bus. Buku ini saya rajut, dalam kerangka menawarkan kacapandang, untuk mencermati mutiara di tengah kabut kepemimpinan. Sepanjang jaman, pemimpin Jawa memang paling unik. Banyak pimpinan yang pura-pura (lamis), tetapi perilakunya berbeda dengan yang diucapkan. Orang Jawa memang banyak yang berpura-pura memimpin secara halus, tetapi sesungguhnya keras. Kekerasan orang Jawa dibungkus dengan kata-kata lembut. Pimpinan Jawa memang kadang-kadang aneh, penuh dengan kamuflase. Situasi semacam ini sering melilit dunia kepemimpinan Jawa di semua tingkat komunitas. Begitulah kabut yang diombangambingkan angin, tidak pernah reda. Di tengah kabut hitam, kalau saya perhatian seekor semut, rasanya memiliki kepemimpinan yang cukup canggih. Mereka berderet-deret, membawa daging, melewati tembok, dengan susah payah, dan akhirnya sampai pada tempat yang dianggap aman. Semut adalah makhluk yang hebat. Kepemimpinannya, cukup meyakinkan karena penuh kerjasama antar semut. Saya tidak begitu paham dunia semut, tetapi dapat saya duga semut pun tahu jika dipimpin dan memimpin. Jangankan semut, dunia tikus pun dapat saya rasakan memiliki pimpinan. Dunia tikus, yang memimpin juga tikus tentu saja. Pimpinan tikus tentu akan menggiring anggotanya agar berlaku agar dunianya bertindak sesuai kepentingannya. Biasanya, mereka bersembunyisembunyi, bertindak tanpa piker panjang. Tikus selalu dipimpin untuk melakukan gerakan merusak. Almari, pintu, karung, dan lain-lain selalu menjadi santapan tikus. Celakanya lagi, tikus selalu beranak pinak di tempat dia makan dan merusak. Begitulah pimpinan dunia tikus, senantiasa berbuat yang banyak merugikan. Semua hal, kiranya membutuhkan pimpinan, namun masih terliputi kabut. Di dunia semut pun, ada pimpinan. Rayap juga memiliki pimpinan. Entah disebut raja atau apa pun sebutannya, selalu ada pimpinan. Dunia hewan jauh lebih mudah dipimpin, dibanding manusia. Hewan itu tidak mempunyai nalar, sehingga mudah ditata atas dasar insting. Sebaliknya, manusia termasuk makhluk yang lengkap sehingga seringkali tidak mudah diatur. Manusia mudah tertutup kabut dan bahkan membuat kabut hitam tebal.
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

GANGSA CENDIKIA Library Management System
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?