Text
Elang: Derita adalah Sebuah Kekuatan, Bukan Kematian
'Ketika seekor elang telah berusia 10 tahun, dia harus memilih menunggu kematian atau 150 hari bertapa dengan kesakitan yang amat sangat di puncak gunung-mematukkan paruhnya ke batu karang hingga lepas, menunggu paruh baru tumbuh untuk mencabuti cakar-cakarnya, setelah cakar barunya tumbuh, dia akan mencabuti bulu-bulu di relaxjur tubuhnya, 5 bulan kemudian dia akan bisa kembali tertang melanjutkan hidup baru untuk 30 tahun ke depan
Belajarlah dari
Elang
Sebuah novel roman humanis idealis penuh motivasi Terinspirasi dari "sajak Rajawali" sang Burung Verak, WS Rentra "sajak Melodia" sang Presiden benyade Varlioboro, Imbu Landti Paranggi & kallimact nemies phone sang ng
Prof. Dr. Riswandha Junawan
Operasi Seroja memberi energy nama sepasang bayi lelaki keinbar fraternal (nón identika Elang Timur, ilmuwan, sejati begitu nasionalis selama hidup di Timika dan Agats, menjadi bapak asuh anak-anak suku Asanat di bumi Papua dengan segala riset yang dilematis mengeksplorasi, mengeksploitasi negeri sendiri untuk negeri asing dan Elang Laut, penyair sejati, bukan hanya menulis syair anggur dan rembulan, setia kepada pilihan memilih kewajaran hidup jalan hidup yang sunyi, memotret "etalase kemiski-nan" di Gili Meno Lombok... sebuah kesalahan atau kebenaran cinta sejati? Ketika mereka berseteru menjatuhkan cinta kepada Kejora perempuan yang sebenarnya telah begitu dalam melukai mereka di masa lalu menikah dengan lelaki lain bercerai, karena menolak berada dalam sampan madu"
Tidak tersedia versi lain