Text
Buku Tamu
Tamu kerap datang dan mengetut pinen rumah
Dipersilakan masuk dengan ramah. Berharap menetap selamanya, padahal hanya singgah sementara.
Tomu kerop dolong dan dudut di ruang tamu
Tak rela membuatnya menunggu seperti di ruang tunggu, juga tak rela menahannya seperti di ruang tahanan, apalagi senantiasa menantinya dan berharap masuk ke ruang hati.
Kamu sebagai tuan rumah bisa memilih, menyediakan dia secangkir kopi agar bisa singgah sebentar atau menyediakan dia secangkir hati dan siap terlukai?
Tidak tersedia versi lain