Text
Jangan Biarkan Anak Menjadi Teroris : Tinjauan Ilmu Kedokteran Saraf Modern, Islam Moderat, Dan Budaya Jawa
JANGAN BIARKAN ANAK MENJADI
Ketenangan kita. Apclagi ketika para TERORIS pelaku bom bunuh diri masih tergolong
Bomi Aksi teroris tak henti mengusik orangtua mendengar berita bahwa kanak-kanak, dalam artian pada jenjang usia di bawah 21 tahun. Lalu apa yang salah dalam proses mendidik anak, sehingga sang anak tega berbuat sedemikian keji?
Buku ini mengkaji fenomena itu dari sudut pandang ilmu kedokteran, khususnya neurobehaviour dalam disiplin ilmu penyakit saraf (neurologi). Selain sudut pandang medis sebagai alat utama, digunakan juga perspektif lain, yakni Islam moderat, dan yang paling kaya adalah budaya Jawa. Sasaran buku ini terutama keluarga sebagai satuan terkecil dari negara. Panduan pola pikir disajikan untuk turut memberikan sumbangsih dalam penanggulangan terorisme dan radikalisme.
Melalui buku ini, penulis mengupas dengan pisau analisis kedokteran sarat moderen, mengenai agresivitas yang mendasari aktivitas para pelaku teror. Juga disajikan inventarisasi nilai-nilai budaya Jawa yang luhur disertai kupasan dari sudut pandang ilmu saraf modern yang berguna untuk menghambat, mencegah, serta menghentikan penyebaran paham-paham radikal yang berujung pada perusakan dan penghancuran umat manusia.
Mari melawan terorisme, dimulai dari keluarga kita sendiri
Tidak tersedia versi lain